Archive | Ikat Ilmu RSS feed for this section

Mind Mapping

14 Apr


Kita mungkin sering mendengar bahwa otak kita terdiri atas dua bagian, yaitu bagian kanan dan bagian kiri. Bertanya untuk apa otak kanan dan otak kiri tersebut dan bagaimana cara mengasahnya untuk menggunakan keduanya dalam kehidupan sehari-hari. Dan apa manfaat yang bisa diberikan dari menggunakan keduanya dalam satu waktu.

Dibawah ini adalah sedikit pengetahuan saya yang berhubungan dengan otak kiri dan kanan semoga bermanfaat buat teman-teman sekalian :

Otak manusia terdiri atas dua bagian, yaitu bagian kiri dan kanan. Bagian tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Otak kanan biasanya kita gunakan untuk berpikir dalam gambar, menghasilkan pandangan yang menyeluruh, hal-hal yang emosional hingga pengalaman. Di bagian ini juga terdapat ingatan tentang semua apa yang kita lihat dengan mata kita. Bagian ini yang menghasilkan ide-ide yang berbau kreatif. Sedangkan otak kiri berkaitan dengan bahasa, logika, analisa, detail tentang fakta dan persepsi, serta ingatan terhadap bahasa dan tulisan.

Sekarang bagaimana cara kita agar lebih bisa menggunakan kedua otak kita untuk saling bekerja sama?? Salah satu metodenya adalah dengan melakukan pemetaan otak (mind mapping). Mind Mapping merupakan cara untuk membantu otak kita berpikir dengan menggambarkan beberapa ide secara tervisualisasi. Sama seperti yang kita lakukan pada saat mempelajari ‘Pemrograman Berorientasi Objek’ yaitu pada saat pembuatan UML, dengan menggambarkan beberapa aktor dengan kasus-kasus yang ada di sekitarnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa meletakkannya pada diri kita sendiri dengan beberapa ide-ide yang ada di kepala pada saat pengambilan suatu keputusan. Pemetaan pikiran dilakukan dengan cara membiarkan seluruh informasi yang ada di pikiran bebas mengalir sesuai dengan yang dipikirkan. Hal ini lah merupakan cara yang paling efektif untuk menumbuhkan cara berpikir yang kreatif.

Tony Buzan, pencetus pemetaan pikiran pernah berkata: “Kebanyakan dari para eksekutif di dunia bisnis membutuhkan 1,000 sampai 10,000 jam untuk belajar tentang ekonomi, sejarah, bahasa, literature, matematika dan ilmu politik. Eksekutif yang sama membutuhkan kurang dari 10 jam untuk belajar tentang cara berpikir kreatif. “

Riset yang dilakukan pada otak/pikiran menunjukkan bahwa perhatian pikiran terjadi sangat singkat, antara lima sampai tujuh menit tergantung topik yang dibahas atau seberapa besar ketertarikan kita terhadap hal tersebut. Pikiran bekerja sangat baik dalam aktivitas yang singkat. Pemetaan pikiran mencoba memanfaatkan kerja pikiran yang sangat singkat, dengan membiarkan kita mengeluarkan semua ide yang terpikir dalam kertas dalam beberapa menit saja.

Ambil contoh pada saat kita bermain game Pinball, pinball adalah sebuah permainan bola yang dilemparkan dari sebuah penahan, yang kemudian menuju ke tempat permainan, menyalakan lampu, mematikan bel, loncat keluar dari lubang, menambah nilai dalam setiap pergerakannya. Semakin lama kita memainkannya, semakin banyak kita mengumpulkan poin.

Sama halnya dengan cara berpikir, semakin banyak kita membiarkan otak kita menerima berbagai informasi, maka semakin mantap kita menghubungkan beberapa informasi tersebut satu sama lain sehingga menghasilkan ide-ide baru. Mind mapping lebih kepada membiarkan kita untuk bersikap lebih fleksibel dan terbuka.

Pemetaan pikiran memudahkan kita menuangkan informasi di atas kertas. Ini hanya merupakan cara lain dalam berpikir dengan menahan kritikan, pembenaran, penyalahan ide dalam proses berpikir. Meskipun pembenaran/penyalahan adalah hal yang penting dalam inovasi dan kreatifitas, hal itu dapat membunuh kreatifitas bila dilakukan pada tahap awal. Ketika kita mulai berpikir tentang suatu masalah atau situasi, kita ingin kita berpikir jernih. Kemudian kita berharap dapat memikirkan kaitan, hubungan satu sama lain sehingga memudahkan kita mengambil keputusan yang terbaik.(HO96_Mind mapping-0305, GTZ-P3U, 2003).