Canda Candu Linux

Pengakuan Microsoft untuk kemudahan hidup.
Mungkin kamu berpikir “ah kalau gue iseng-iseng nyoba Linux, sekali aja..gue nggak bakal ketagihan!” kenyataan membuktikan bahwa Sekali kamu mencoba Linux, kamu bisa ketagihan seumur hidup. Jalan terbaik menghadapi godaan linux adalah dengan tidak mencobanya sama sekali. Sekali kamu ketagihan, efek ketagihannya secara kejiwaan tidak akan hilang seumur hidup. Sekali mencoba Linux, kamu terbelenggu seumur hidup.
Sudah terlalu banyak yang berawal dari coba-coba, menjadi ketagihan. Mungkin kamu berpikir bahwa ‘nginstall Linux, bisa nolong gue mempelajari komputer!”, kenyataan membuktikan bahwa Linux justru membuat komputer kelihatan lebih sulit !
Jalan terbaik menghadapi godaan linux adalah dengan tidak mencobanya sama sekali.
Seorang pecandu Linux tidak dapat berfikir secara normal dalam hidupnya (apa yang ada disekitarnya akan dianggap gratis !!). Linux akan mengacaukan perasaan kamu, bahkan akan memberikan pengaruh yang merusak bagi ortu, pacar dan orang-orang yang kamu sayangi dan juga pengaruh buruk bagi microsoft. Seorang pecandu linux tidak mampu menghadapi kenyataan bahwa sebuah program dibuat dengan susah payah dan seorang programmer berhak mendapatkan kompensasi yang pantas atas jerih payahnya.
Ubuntu “ohek” kadang menyenangkan dan menyebalkan!

Hmm…Ubuntu…Ubuntu…Ubuntu…buntu..buntu…
Huehueh….lagi belajar maen2 dengan ubuntu, ternyata menyenangkan juga, tapi kadang menyebalkan juga. Yah…kebeneran (heheh…musti wiindy protes nih) pas nemu gak bisa, jadi manyun kesel gak jelas, tapi penasaran banget buat nylesein gimana caranya…
Sebenarnya apa si yang membuat Ubuntu ini sedikit agak sulit dan buntu??
Pertama, menurut saya si hanya kendala pada saat instalasi beberapa package untuk menunjang aplikasi supaya bisa berjalan aja. Sebagai contoh, pada saat saya ingin memutar file musik dengan menggunakan salah satu aplikasi bawaan yang ada di ubuntu, jreng…..muncul pesan “package ini belom terinstal” ato codec nya enggak ada. Nah, alhasil untuk mendapatkan package ini, saya harus terkoneksi dengan internet untuk mengakses repository. Tetapi repository juga tidak harus terhubung dengan internet, kita juga bisa menggunakan sebuah CD repository untuk instalasi package.
Kedua, beberapa orang menganggap apa-apa yang akan dijalankan melalui Ubuntu wajib melalui “terminal”. Padahal distro-distro keluaran terbaru sekarang sudah tidak menuntut untuk menggunakan terminal. Ya..bisa dibilang sudah lebih manusiawi dalam pengoperasiannya. Hehehehehe……Tapi gak ada salahnya kita belajar-belajar mengoperasikan Ubuntu melalui terminal.
Ketiga, gak ada kata sulit ato susah kalo memang kita sendiri sudah betul-betul niat untuk mempelajari sesuatu. Seperti katanya Pak Yohanes Suryo, MESTAKUNG, Hukum 1 : Hukum Kritis “Pada setiap kondisi KRITIS ada jalan keluar.”
Sip…sip…..jadi gak ada salahnya kalian semua anda-anda mencoba sistem operasi open source, salah satunya Ubuntu











