​*MENGUSIR SETAN DARI RUMAH*(Doa Rutin Yang Perlu Diamalkan)

—————————————————–
Cara yang paling efektif dalam mengusir setan dàri rumah adalah membacakan surat Al-Baqarah, satu surat penuh. Ini berdasarkan hadis dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu , bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ﻻ ﺗﺠﻌﻠﻮﺍ ﺑﻴﻮﺗﻜﻢ ﻣﻘﺎﺑﺮ، ﺇﻥ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻳﻨﻔﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﻘﺮﺃ ﻓﻴﻪ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ
“Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” 

(HR. Muslim 780, At-Turmudzi 2877)
Sahabat Ibnu Mas’ud mengatakan :
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﺇِﺫَﺍ ﺳَﻤِﻊَ ﺳُﻮﺭَﺓَ ﺍﻟْﺒَﻘَﺮَﺓِ ﺗُﻘْﺮَﺃُ ﻓِﻲ ﺑَﻴْﺖٍ، ﺧَﺮَﺝَ ﻣِﻨْﻪُ
“Sesungguhnya setan, apabila mendengar surat Al-Baqarah dibacakan dalam rumah, maka dia akan keluar dari rumah itu.” 

(HR. Ad-Darimi 3422, At-thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir 8642).
● Hanya Setan Yang Mengganggu 

    (Setan Pengganggu Secara Zahir) 
Setan yang lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah adalah setan yang mengganggu secara zahir. 

Sebagaimana keterangan yang dinukil Ibnu Hibban, dari Imam Abu Hatim :
ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺑُﻮ ﺣَﺎﺗِﻢٍ : ﻗَﻮْﻟُﻪُ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ‏« ﻟَﻢْ ﻳَﺪْﺧُﻞِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﺑَﻴْﺘَﻪُ ‏» ، ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺑِﻪِ ﻣَﺮَﺩَﺓَ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦِ ﺩُﻭﻥَ ﻏَﻴْﺮِﻫِﻢْ
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “setan tidak akan memasuki rumahnya” maksudnya adalah setan yang membangkang (mengganggu) bukan yang lainnya. 

(Shahih Ibnu Hibban , 3:59)
● Siapa Yang Membacakannya
Siapa saja, tidak harus tuan rumah. 

Lebih-lebih, jika tuan rumah sendiri tidak bisa membaca Alquran. 

Karena lafal dalam hadits : 

“Yang dibacakan surat Al-Baqarah” dengan bentuk kalimat pasif. Artinya siapapun yang membaca, selama dilakukan di dalam rumah, telah memenuhi syarat untuk mengusir setan.
● Tindakan Pencegahan

 

Ada beberapa rutinitas yang selayaknya dilakukan, agar rumah selalu dijauhi setan yang suka mengganggu, dan selayaknya dilakukan pemilik rumah sendiri (tidak tergantung pada orang lain), yaitu :
1. Rajin baca Alquran dan ibadah apapun di dalam rumah.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu , bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ﻻ ﺗﺠﻌﻠﻮﺍ ﺑﻴﻮﺗﻜﻢ ﻣﻘﺎﺑﺮ، ﺇﻥ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻳﻨﻔﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﻘﺮﺃ ﻓﻴﻪ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ
“Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” 

(HR. Muslim 780, At-Turmudzi 2877)
Dalam hadits ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam men-kontras-kan antara rumah dengan kuburan. Beliau memerintahkan agar rumah kita tidak dijadikan seperti kuburan. Salah satu sifat yang mencolok dari kuburan adalah itu bukan tempat ibadah. Agar rumah kita tidak seperti kuburan yang bisa jadi banyak setan pengganggu, gunakan rumah kita untuk ibadah.
Hadits ini sekaligus menuntut Anda yang belum bisa membaca Alquran agar segera dan serius dalam belajar Alquran. Untuk menjadikan rumah Anda sebagai taman bacaan Alquran, tidak mungkin setiap hari Anda harus mengundang orang lain.
Dalam hadits dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ﺍﺟْﻌَﻠُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺑُﻴُﻮﺗِﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺻَﻼَﺗِﻜُﻢْ ﻭَﻻَ ﺗَﺘَّﺨِﺬُﻭﻫَﺎ ﻗُﺒُﻮﺭًﺍ
“Jadikanlah bagian shalat kalian di rumah kalian. Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan .” 

(HR. Bukhari 432, Muslim 777, dan yang lainnya).
Maksud shalat di sini adalah shalat sunah yang dikerjakan sendiri dan tidak berjamaah. Sebagaimana dinyatakan dalam hadits :
ﺇِﻥَّ ﺃَﻓْﻀَﻞَ ﺻَﻼَﺓِ ﺍﻟﻤَﺮْﺀِ ﻓِﻲ ﺑَﻴْﺘِﻪِ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﺍﻟﻤَﻜْﺘُﻮﺑَﺔَ
“Susungguhnya shalat seseorang yang paling utama adalah shalat yang dikerjakan di rumahnya, kecuali shalat wajib .” 

(HR. Bukhari 7290 dan yang lainnya).
2. Jangan pedulikan segala bentuk gangguan.
Sikap cuek, tidak peduli, ternyata menjadi cara ampuh untuk mengusir setan. Setan sebagaimana manusia, ketika dia mengganggu, kemudian tidak digubris, bisa jadi dia akan bosan untuk mengganggu.
Dari Abul Malih dari seseorang, dia berkata, “Aku pernah diboncengi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu tunggangan yang kami naiki tergelincir. Aku pun mengatakan, “Celakalah setan”. Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang,
ﻻَ ﺗَﻘُﻞْ ﺗَﻌِﺲَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﺇِﺫَﺍ ﻗُﻠْﺖَ ﺫَﻟِﻚَ ﺗَﻌَﺎﻇَﻢَ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﻣِﺜْﻞَ ﺍﻟْﺒَﻴْﺖِ ﻭَﻳَﻘُﻮﻝَ ﺑِﻘُﻮَّﺗِﻰ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻗُﻞْ ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﺇِﺫَﺍ ﻗُﻠْﺖَ ﺫَﻟِﻚَ ﺗَﺼَﺎﻏَﺮَ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﻣِﺜْﻞَ ﺍﻟﺬُّﺑَﺎﺏِ
“Janganlah kamu ucapkan ‘celakalah setan ”, karena jika kamu mengucapkan demikian, setan akan semakin besar seperti rumah. Lalu setan pun dengan sombongnya mengatakan, ‘Itu semua terjadi karena kekuatanku’. Akan tetapi, ucapkanlah “Bismillah”. Jika engkau mengatakan seperti ini, setan akan semakin kecil sampai-sampai dia akan seperti lalat .” 

(HR. Ahmad 5:95 dan Abu Daud 4982 dan dishahihkan al-Albani).
Ketika Anda mendengar atau melihat ada sesuatu yang mengganggu, jangan diajak bicara, tapi mintalah perlindungan kepada Allah dan berdoa kepada-Nya.
3. Baca doa ketika masuk rumah
Hal kecil yang mungkin perlu dibiasakan adalah memulai segala yang penting dengan doa atau dzikir. Salah satunya, ketika kita masuk rumah. Meskipun kelihatanya remeh, namun hasilnya luar biasa.
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ﺇِﺫَﺍ ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺑَﻴْﺘَﻪُ ﻓَﺬَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋِﻨْﺪَ ﺩُﺧُﻮﻟِﻪِ، ﻭَﻋِﻨْﺪَ ﻃَﻌَﺎﻣِﻪِ، ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ : ﻟَﺎ ﻣَﺒِﻴﺖَ ﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻟَﺎ ﻋَﺸَﺎﺀَ، ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺩَﺧَﻞَ ﻓَﻠَﻢْ ﻳُﺬْﻛَﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋِﻨْﺪَ ﺩُﺧُﻮﻟِﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ : ﺃَﺩْﺭَﻛْﺘُﻢُ ﺍﻟْﻤَﺒِﻴﺖَ
“Apabila ada orang yang masuk rumah, kemudian dia mengingat Allah ketika masuk, dan ketika makan, maka setan akan mengatakan (kepada temannya) : 

‘Tidak ada tempat menginap dan tidak ada makan malam.’ Tapi apabila dia tidak mengingat Allah (bismillah dan jangan lupa ucapkan salam) ketika masuk, maka setan mengatakan: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’ .” 

(HR. Muslim 2018, Abu Daud 3765 dll)
Ada doa khusus ketika masuk rumah, akan tetapi doa ini dinilai dhaif oleh al-Albani. Karena itu, makna dzikir kepada Allah adalah membaca basmalah.
4. Baca doa ketika hendak makan
Membaca basmalah ketika hendak makan, menjadi penghalang setan untuk ikut makan bersama Anda. Hadits dari Jabir di atas menegaskan hal ini,
ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺩَﺧَﻞَ ﻓَﻠَﻢْ ﻳُﺬْﻛَﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋِﻨْﺪَ ﺩُﺧُﻮﻟِﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ : ﺃَﺩْﺭَﻛْﺘُﻢُ ﺍﻟْﻤَﺒِﻴﺖَ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﻳَﺬْﻛُﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋِﻨْﺪَ ﻃَﻌَﺎﻣِﻪِ ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﺩْﺭَﻛْﺘُﻢُ ﺍﻟْﻤَﺒِﻴﺖَ ﻭَﺍﻟْﻌَﺸَﺎﺀَ
Tapi apabila dia tidak mengingat Allah ketika masuk maka setan mengatakan : ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’. Dan jika dia tidak mengingat Allah ketika makan maka setan akan mengatakan : ‘Kalian mendapatkan tempat menginap dan makan malam’ .” (HR. Muslim 2018, Abu Daud 3765 dan yang lainnya)
5. Baca doa ketika tutup pintu
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma , Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan banyak saran agar kita tidak terganggu setan. Salah satunya :
ﻭَﺃَﻏْﻠِﻘُﻮﺍ ﺍﻷَﺑْﻮَﺍﺏَ ﻭَﺍﺫْﻛُﺮُﻭﺍ ﺍﺳْﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻻَ ﻳَﻔْﺘَﺢُ ﺑَﺎﺑًﺎ ﻣُﻐْﻠَﻘًﺎ
“Tutuplah pintu, dan sebutlah nama Allah. Karena setan tidak akan membuka pintu yang tertutup (yang disebut nama Allah).” 

(HR. Bukhari 3304, Muslim 2012 dan yang lainnya)

Sekali lagi, hanya dengan membaca : Bismillah…!
6. Berdoa ketika keluar rumah
Satu doa ketika keluar rumah. 

Ringkas, mudah dihafal, 

Tapi khasiatnya besar :
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻮَﻛَّﻠْﺖُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﻟَﺎ ﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻟَﺎ ﻗُﻮَّﺓَ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ
BISMILLAHI TAWAKKALTU ‘ALALLAAH, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH
Dengan nama Allah aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.
Dalam hadits dinyatakan, siapa yang keluar rumah kemudian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya : Kamu diberi petunjuk, dicukupi dan dilindungi. 

Maka setan kemudian berteriak :
ﻛَﻴْﻒَ ﻟَﻚَ ﺑِﺮَﺟُﻞٍ ﻗَﺪْ ﻫُﺪِﻱَ ﻭَﻛُﻔِﻲَ ﻭَﻭُﻗِﻲَ
“Bagaimana kalian bisa mengganggu orang yang sudah diberi hidayah, dicukupi, dan dilindungi.” (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426 dan dishahihkan al-Albani)
7. Jauhkan rumah Anda dari gambar makhluk bernyawa
Siapa sangka, ternyata gambar makhluk bernyawa bisa membuat jin dan setan nakal itu semakin betah di rumah kita.
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha , Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻤَﻼَﺋِﻜَﺔَ ﻻَ ﺗَﺪْﺧُﻞُ ﺑَﻴْﺘًﺎ ﻓِﻴﻪِ ﺻُﻮﺭَﺓٌ
“Sesungguhnya malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar.” (HR. Bukhari 3224, Nasai 5348 dan yang lainnya).
Ketika malaikat penebar rahmat tidak memasuki rumah Anda, di saat itulah makhluk lain, yang juga tidak kelihatan, akan menggantikan posisi mereka. Foto keluarga, gambar binatang dan seterusnya bisa jadi membuat rumah Anda makin indah bagi setan.
8. Jauhkan rumah Anda dari musik
Banyak orang tidak sadar, ternyata suara ini berbahaya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya mizmarus syaithan (musik setan). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan salah satunya, lonceng. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,
ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﺮَﺱِ ﻣِﺰْﻣَﺎﺭُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang lonceng: musik setan. 

(HR. Abu Daud 2556)
Di kesempatan yang sama, malaikat penebar rahmat menghindari rumah yang dipenuhi denngan musik. Dari Ummu Salamah radhiallahu ‘anha , Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔَ ﻟَﺎ ﺗَﺼْﺤَﺐُ ﺭُﻓْﻘَﺔً ﻓِﻴﻬَﺎ ﺟَﺮَﺱٌ
“Sesungguhnya malaikat tidak akan menyertai rombongan yang di sana ada loncengnya .” (HR. Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir, 1001).
Kita telah memahami, terjadi sikap kontradiktif antara malaikat penebar rahmat dengan setan pembangkang. Ketika salah satunya menghindar, di saat itulah satunya menggantikan.
Jadikan rumah Anda seperti taman-taman malaikat penebar rahmat, bukan tempat peristirahatan yang nyaman bagi setan. Hiasi rumah Anda dengan berbagai ketaatan dan amal shaleh. Agar yang menemani Anda juga makhluk yang sholeh. Hiasi rumah Anda dengan bacaan Alquran, shalat, kajian mengupas halal-haram, dan lantunan suara langit lainnya. 

(Dalam Sesi Tanya Jawab Oleh Ustadz Ammi Nur Baits | Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com )
Allahu A’lam

Semoga Bermanfaat

_____________________________

#JBalQies

​*UKURLAH BERKAHNYA WAKTU ANDA DENGAN AL-QUR’AN !*

Al-Qadhiy Adh-Dhiyaa Al-Maqdasiy rahimahullah berkata, “Al-‘Imaad Al-Maqdasiy berwasiat kepada saya dengan berkata,

“Perbanyaklah membaca Al-Qur’an dan jangan meninggalkannya, karena engkau akan dipermudah (segala urusan) dengan sebab kadar bacaan Al-Qur’an-mu.”
Berkata Adh-Dhiyaa, “Dan aku melihat ketika aku memperbanyak membaca Al-Qur’an, maka Allah mudahkan atas diriku untuk mampu mendengar (menghafal hadits) dan mampu untuk banyak menulis, dan apabila aku tidak membaca Al-Qur’an maka hal tersebut tidak menjadi mudah untukku.”

(Dzail Thabaqaat Al-Hanabilah 3/205 )
Asy-Syaikh Al-Amin Asy-Syanqithiy rahimahullah berkata :
هذا الكتاب مبارك، أي: كثير البركات والخيرات، فمن تعلمه وعمل به غمرته الخيرات في الدنيا والآخرة؛ لأن ما سماه الله مباركاً فهو كثير البركات والخيرات قطعا.

وكان بعض علماء التفسير يقول: اشتغلنا بالقرآن فغمرتنا البركات والخيرات في الدنيا، تصديقا لقوله: {كتاب أنزلناه مبارك}. (العذب النمير 7/1)
“Kitab yang mubaarak ini (Al-Qur’an) – yakni banyak kebaikannya, siapa yang mempelajari dan mengamalkannya maka akan mendapatkan kebaikan yang banyak di dunia dan di akhirat. Dengan sebab itulah Allah Ta’ala menamakan Al-Qur’an dengannya, karena kebaikan yang amat banyak di dalamnya..
Dan sebagian ‘ulama ahli tafsir berkata, “Saya menyibukkan diri dengan Al-Qur’an maka saya mendapatkan banyak kebaikan di dunia, benarlah firman Allah Ta’ala : كتاب أنزلناه مبارك ( Kitab yang Dia turunkan dan penuh barokah ).”

(Al-Adzbun Namiir 1/7)
Semoga Bermanfaat ! Baarakallahufiykum..
*SELALU OPTIMIS DI ATAS SUNNAH !*

​*Beribadah sesuai passion*

Ada seorang kiyai berpesan, ‘Nek raiso kabeh, ojo ditinggal kabeh’… pernyataan ini saya dengar dari kajian beliau bakda subuh, waktu itu saya masih usia SMP. Hanya pesan ini perlu sedikit koreksi. Krn yang lebih tepat, seperti yang dikatakan pepatah arab, 
مَا لَا يُدْرَكُ كُلُّه لَا يُتْرَكُ جُلُّهُ
Opo sing raiso dilakone kabeh, ojo ditinggal sing penting…
Sesuatu yang tidak bisa dilaksanakan semua, jangan tinggalkan yang penting. 
Menjadi orang yang ahli puasa, ahli shalat, ahli membaca al-Quran, ahli tahajud, ahli sedekah… hampir mustahil bisa dilakukan orang di zaman sekarang. Kita punya banyak keterbatasan…
Tapi bukan berarti kita tinggalkan semuanya. Ini kesalahan… tapi ambil yang paling penting. 

Minimal dari masing-masing ibadah wajib, ada ibadah sunah yang mengiringinya, meskipun tidak banyak. 
Dan pilih salah satu ibadah sunah yang menjadi rutinitas dan andalan kita… anggap ibadah ini passion kita. 

Semoga ibadah ini menjadi sebab, Allah memasukkan kita ke surga…
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجِهَادِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الْجِهَادِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ
“Orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”

(HR. Bukhari 1897dan Muslim 1027)
Dulu sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu jaran puasa sunah.. ketika beliau ditanya, mengapa jarang puasa sunah?

Jawab beliau, 
إِنِّي إِذَا صُمْتُ ضَعِفْتُ عَنِ الصَّلَاةِ وَالصَّلَاةُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ الصِّيَام ، فَإِنْ صَامَ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّام مِنَ الشَّهْر
Kalau saya rajin puasa, nanti saya jadi lemes, dan tidak bisa rajin shalat sunah. Sementara shalat sunah lebih saya sukai dari pada puasa sunah. 

Ibnu Mas’ud hanya puasa sunah 3 hari tiap bulan. (HR. Baihaqi dalam Syua’bul Iman 2018 & Thabrani dalam Mu’jam al-Kabir, 8869). 
Kenali ibadah yang menjadi passion anda… dan jadikan itu sebagai andalan anda…
*Ustadz Amy Nur Baits*

​*# Dengan Istighfar #*

@Dr_almosleh
Setiap terasa di hatimu:

– kosong dari petunjuk, 

– turun semangat berbuat kebaikan, 

– keras karena lalai dan tergelincir..

Maka perbanyak istighfar, sesungguhnya istighfar itu membersihkan hati Anda, memperbaiki jalan kehidupan Anda
Dr. Khalid Al Mushlih, dosen fiqh pada Universitas Al Qashim, sekaligus menantu Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin.  | twitulama.com |

​Ketika Binatang Bersyukur Karena Tidak Diciptakan Sebagai Manusia

——-

Abu Imran Al Jauni berkata,

“Apabila binatang-binatang melihat Bani Adam dipisah-pisah oleh Allah dimana satu golongan dimasukkan ke dalam Surga dan satu golongan lagi dimasukkan ke dalam Neraka, mereka menyeru kepada Bani Adam,
“Wahai Bani Adam, segala puji bagi Allah yang tidak menjadikan kami seperti kalian pada hari ini sehingga kami tidak berharap Surga dan tidak pula takut terhadap Neraka”.
Abu Al Qasim Al Qusyairi berkata,

“Dikabarkan bahwa binatang liar dan binatang ternak akan dihimpun pada Hari Kiamat, lalu mereka bersujud satu kali kepada Allah sehingga para malaikat berkata,

“Hari ini bukanlah hari untuk sujud. Ini adalah hari pahala dan siksa.”
 Maka binatang berkata, 

“Ini adalah sujud syukur karena Allah tidak menjadikan kami sebagai Bani Adam.”
(Dibawakan oleh Ibnu Katsir dalam kitabnya Al-Bidayah wan Nihayah)
_#TanesiaB_