​*Beribadah sesuai passion*

Ada seorang kiyai berpesan, ‘Nek raiso kabeh, ojo ditinggal kabeh’… pernyataan ini saya dengar dari kajian beliau bakda subuh, waktu itu saya masih usia SMP. Hanya pesan ini perlu sedikit koreksi. Krn yang lebih tepat, seperti yang dikatakan pepatah arab, 
مَا لَا يُدْرَكُ كُلُّه لَا يُتْرَكُ جُلُّهُ
Opo sing raiso dilakone kabeh, ojo ditinggal sing penting…
Sesuatu yang tidak bisa dilaksanakan semua, jangan tinggalkan yang penting. 
Menjadi orang yang ahli puasa, ahli shalat, ahli membaca al-Quran, ahli tahajud, ahli sedekah… hampir mustahil bisa dilakukan orang di zaman sekarang. Kita punya banyak keterbatasan…
Tapi bukan berarti kita tinggalkan semuanya. Ini kesalahan… tapi ambil yang paling penting. 

Minimal dari masing-masing ibadah wajib, ada ibadah sunah yang mengiringinya, meskipun tidak banyak. 
Dan pilih salah satu ibadah sunah yang menjadi rutinitas dan andalan kita… anggap ibadah ini passion kita. 

Semoga ibadah ini menjadi sebab, Allah memasukkan kita ke surga…
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجِهَادِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الْجِهَادِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ
“Orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”

(HR. Bukhari 1897dan Muslim 1027)
Dulu sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu jaran puasa sunah.. ketika beliau ditanya, mengapa jarang puasa sunah?

Jawab beliau, 
إِنِّي إِذَا صُمْتُ ضَعِفْتُ عَنِ الصَّلَاةِ وَالصَّلَاةُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ الصِّيَام ، فَإِنْ صَامَ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّام مِنَ الشَّهْر
Kalau saya rajin puasa, nanti saya jadi lemes, dan tidak bisa rajin shalat sunah. Sementara shalat sunah lebih saya sukai dari pada puasa sunah. 

Ibnu Mas’ud hanya puasa sunah 3 hari tiap bulan. (HR. Baihaqi dalam Syua’bul Iman 2018 & Thabrani dalam Mu’jam al-Kabir, 8869). 
Kenali ibadah yang menjadi passion anda… dan jadikan itu sebagai andalan anda…
*Ustadz Amy Nur Baits*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s